×

Dukungan Bank BRI Angkat Bobot Tour d'Indonesia

Bank BRI Tour d’Indonesia akan dimulai Senin (19/8), yang dimulai dari Candi Borobudur, Magelang, menuju Batur Global Geopark, Bali, dan melewati empat provinsi dan 20 kota/kabupaten.

Semua persiapan sudah dilakukan, utamanya koordinasi dengan instansi terkait, seperti pemerintah daerah, dinas terkait, dan juga kepolisian daerah untuk pengamanan sepanjang jalur yang akan dilalui.

Dukungan dari para sponsor juga membuat gelaran tahunan ini kembali terlaksana. Bank BRI menjadi sponsor utama dalam gelaran kali ini sehingga nama kegiatan ini menjadi Bank BRI Tour d’Indonesia 2019.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Bank BRI sebagai sponsor utama dalam gelaran tahun ini. Kehadiran Bank BRI membuat bobot gelaran ini semakin meningkat. Apalagi, Bank BRI memiliki cabang di setiap daerah yang kami lalui,” ujar Presiden Direktur Mahkota Promotion, Gustiantira Alandy, sebagai perwakilan penyelenggara.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Bank BRI Tour d' Indonesia 2019, Parama Nugroho, menyebut semuanya telah hampir tuntas, baik kesiapan rute hingga pengamanan lomba.

"Semua daerah sangat mendukung kegiatan ini, mulai dari Borobudur hingga Bali. Kepala daerah sangat mendukung dan kerja sama dengan aparat kepolisian juga baik," kata Parama, Minggu (18/8).

Parama pun yakin perlombaan tahun ini bakal lebih seru ketimbang tahun lalu karena rute Bank BRI Tour d' Indonesia 2019 lebih bervariasi dan lebih panjang. Tour de Indonesia tahun lalu memiliki empat etape, tapi bertambah menjadi lima etape pada 2019.

Etape pertama yang didominasi rute mendatar akan berlangsung dari Candi Borobudur menuju Yogyakarta dan selesai di Ngawi. Etape kedua yang dimulai dari Madiun akan dihiasi rute menanjak saat melewati daerah Batu, Malang.

Tanjakan juga akan didapati pada etape ketiga, dari Batu menuju Jember. Pun, etape empat dengan rute Jember menuju Banyuwangi. Lomba etape ini bahkan ditutup di kawan Ijen, tepatnya di Paltuding.

"Kemudian pindah ke Bali (etape lima), yang mendatar di Gilimanuk tapi menanjak sampai ke Gunung Batur," terang Parama.

Lebih lanjut, Parama memohon maaf karena sejumlah jalan akan ditutup saat rombongan pembalap melewati rute-rute yang disiapkan. Tapi ia memberi jaminan penutupan hanya berlangsung sementara, tatkala pembalap melewati jalan tersebut sehingga tidak akan mengganggu aktivitas masyarakat terlalu lama. Dia bahkan juga mengajak masyarakat untuk berbondong-bondong untuk menyaksikan gelaran ini.

"Buka-tutup saja, karena speed (pembalap) itu di atas 40 kilometer/jam. Jadi butuh steril. Perlu juga dukungan dari masyarakat yang dilewati, karena akan sedikit mengganggu waktunya. Kami mengharapkan masyarakat tetap mendukung dan menyaksikan lomba supaya berjalan meriah."